|
The Media Say
|
|
Harian Pelita, Senin, 6 Oktober 2008 Jakarta, Pelita Gerakan Pemberdayaan Desa Pasir Mulya Kota Bogor dengan bimbingan P2SDM-IPB berhasil membina Posdaya Paripurna. Semua kegiatan dasar terselenggara dan keluarga miskin telah terentaskan. |
|
Read more...
|
|
|
Article
|
|
Di masa lalu, mayarakat desa dalam banyak kesempatan pembangunan rakyat di desa-desa memperoleh pendampingan dari berbagai kalangan. Para pendamping itu berasal dari kalangan muda, mahasiswa, pegawai negeri sipil, para isteri pejabat, termasuk dari kalangan militer. Para pendamping itu ada yang menetap di pedesaan seperti para Petugas Lapangan KB (PLKB), Petugas Lapangan Pertanian (PPL) dan lainnya. Para guru, bidan, tenaga perawat, dan pendamping pembangunan lain di desa jumlahnya tidak sedikit. Be first to comment this article | Views: 1 |
|
Read more...
|
|
|
Article
|
|
Minggu lalu Harian Kompas memuat tulisan Stefanus Osa Triyatna yang cukup menarik. Tulisan itu mencuatkan harapan pada para Konglomerat untuk ikut kiprah membangun koperasi agar kesulitan modal yang yang selama ini menghantui lembaga ekonomi kerakyatan yang baru bangkit dapat diatasi. Upaya seperti ini pernah dilakukan di masa lalu tetapi kandas oleh arus reformasi yang gegap gempita. Arus itu sesungguhnya sangat postitf karena membawa nilai-nilai demokratisasi, transparansi, akuntabilitas, dan hak-hak azasi manusia yang apabila tumbuh subur akan menghasilkan partisipasi menurut pilihan yang membanggakan. Arus baru itu harus disertai dengan langkah-langkah strategis membangkitkan anak bangsa yang terpuruk untuk aktif mengentaskan dirinya dari kemiskinan, kemalasan, kebodohan dan bekerja keras membangun keluarga sejahtera yang menganut budaya cerdas, kerja keras, gotong royong dan siap bangkit berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi kerakyatan yang bersifat koperatif.
Be first to comment this article | Views: 1 |
|
Read more...
|
|
|
News
|
PAK ISMAIL SALEH SAKIT PARAH BAPAK ISMAIL SALEH Sejak Bapak HM. Soeharto wafat pada bulan Januari lalu, kondisi Bapak Ismail Saleh (82), Mantan Jaksa Agung RI dan Mantan Menteri Kehakiman RI pada masa Orde Baru, mulai menurun. Bapak Ismail Saleh yang selama ini terkenal gigih membela pak Harto melalui tulisan-tulisannya itu pernah terkena kanker otak. Dengan pengobatan yang intensif kanker otak yang sangat ganas itu menampakkan gejala membaik. Pak Ismail Saleh melanjutkan kehidupan normal dengan menulis di berbagai media, melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan, di Jakarta dan di Cirebon, serta menekuni hoby seninya yang bervariasi. Dalam membela almarhum pak Harto, beliau tidak saja menulis dengan argumen ilmiah dan pengalaman hukum yang sangat luas, tetapi juga tidak segan-segan mengadakan hubungan dengan, dan bahkan “sowan” pada, rekan-rekan yang sedang berkuasa, biarpun di masa lalu mereka adalah anak buahnya di kedua instansi yang dipimpinnya. Beliau dengan penuh percaya diri, atas dasar kaidah-kaidah hukum yang dikuasinya, selalu menyatakan bahwa Bapak HM Soeharto tidak bersalah. Karena kegigihannya itu, di masa lalu Jaksa Agung RI pernah mengeluarkan SP3 sebagai pernyataan resmi bahwa tindakan Bapak HM Soeharto tidak melanggar hukum dan tidak merugikan negara.Kondisi yang memburuk sejak bulan Januari itu cepat berubah. Sejak sekitar bulan Maret 2008 kondisi kesehatan pak Ismail Saleh itu merosot tajam. |
|
Last Updated ( Saturday, 04 October 2008 )
|
|
Read more...
|
| |
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
| Results 1 - 5 of 995 |